Tinta pena itu..... mulai menghiasi lembaran kertas kosong dengan rangkaian angka yang begitu teratur membentuk suatu formula yang telah sering mereka pelajari di keseharian sebelumnya. Mercator, posisi geodetik, hingga asimut menjadi penghias kertasku di siang hari ini, 10 Desember 2015. Awalnya menduga tak begitu sulit namun di dalam eksekusinya ternyata memang di dalam menghitung bumi ini begitulah kompleks. Kesalahan pembulatan bisa saja meleset dari jarak yang sesungguhnya karena ini menghitung bumi kita.
Ya.. inilah kisahku dalam nuansa UAS di program studi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB. Awal perkuliahan ini memunculkan picisan-picisan nyata bagiku yang bercita-cita di dalam bidang tata letak kota. Alunan cerita dosen di Geodesi semakin membuatku yakin bahwa ilmu ukur bumi adalah jalan yang tepat di dalam membangun Indonesia ke depan. Memang perjalanan di semester 3 ini hampir saja berakhir namun itulah ilmu pembuka untuk mengenal romansa-romansa lainnya di Geodesi. Karena ilmu Geodesi ini begitulah luas sehingga aku harus bersabar menyelami satu per satu ilmu yang saat ini dibutuhkan di bidang-bidang pekerjaan lapangan.
Ya.... inilah romansa tinta pena akhir semester yang senantiasa menhinggapi kisah mahasiswa yang sudah tidak muda lagi. Semoga perjalanan ini tidak berhenti di sini. Sukses bagi kawan-kawan yang sedang menjalankan UAS.
Romansa Tinta Pena Akhir Semester
